Minggu, Juli 12

Materi Laundry untuk Kelas XI dan XII Perhotelan (Bag 2)

Peralatan Kebersihan (Supporting Unit)

  1. Sink atau bak. Tempat pencucian pakaian secara manual (dengan tangan), semua pakaian yang tidak dapat dicuci dengan mesin seperti pakaian dalam wanita yang sangat sensitif, akan dicuci dengan cara manual. Begitu juga kerah pakaian yang sangat kotor akan disikat diatas sink.
  2. Trolley atau wagon Adalah kereta dorong yang berbentuk segi empat dengan menggunakan roda. Trolley ini digunakan untuk menempatkan sementara cucian yang akan diproses, dan untuk mengantar cucian yang telah selesai diproses.

Trolley terbuat dari bahan sbb :

  1. Kanfas, yaitu digunakan untuk menaruh sementara cucian yang yang sudah dicuci (bersih).
  2. Fibre glass, biasanya digunakan untuk menaruh cucian yang kotor dan basah, disamping itu juga bisa digunakan untuk menaruh cucian yang akan dicuci ulang karena masih ada noda (kotoran).
  3. Stainless steel, biasanya digunakan untuk menggantung pakaian yang sudah selesai diproses (bersih), dan untuk mengantar pakaian tamu yang sudah rapih untuk dikirim kekamar.
  4. Brush Sikat yang digunakan untuk menyikat kerah pakaian yang sangat kotor maupun noda-noda yang lain dengan cara menyikat satu arah  dan  diberi sedikit bahan pembersih (detergent) untuk memudahkan penghilangan noda.
  5. Spatula Alat seperti kape yang digunakan untuk membersihkan noda-noda pada pakaian, alat ini terbuat dari stainless steel atau gading gajah ukuran 2cm x 10cm.
  6. Pail (ember) Alat ini digunakan untuk memisah-misahkan cucian (pakaian) yang telah diberi tanda (marking), dengan  tujuan  untuk  mengklasifikasikan cucian (pakaian) berdasarkan warna, jenis serat (bahan) dan proses pencuciannya, disamping itu pail juga digunakan untuk menaruh cucian yang tingkat kotorannya sangat berat.
  7. Washing Net Jala (net) yang digunakan untuk membungkus pakaian yang sangat sensitife seperti sutera, dasi dan lain-lain, terutama pakaian yang akan dicuci dengan cara dry cleaning, agar pakaian  tersebut  tidak rusak dikarenakan aksi mekanik (bantingan) dari mesin.
  8. Table Linen ( Meja Linen) Biasanya table linen/meja linen ini ditempatkan didepan mesin flat work ironer dan digunakan untuk menempatkan linen-linen yang bersih yang akan dipress maupun linen-linen bersih yang sudah rapih.
  9. Measuring (C)cup Measuring cup atau gayung pengukur digunakan untuk menakar bahan pembersih yang akan digunakan dalam proses pencucian.
  10. Checker (R)rack / table Rak atau meja checker untuk memilah-milah dan merapihkan pakaian yang sudah diproses.
  11. Cabinet Lemari yang digunakan untuk menyimpan sementara pakaian yang sudah rapih dan bersih, tetapi masih ada masalah yang harus diselesaikan.

Soiled Linen Trolley

 


Bahan Pembersih (Cleaning Agent)

Sebelum membahas mengenai bahan pembersih, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu macam-macam/jenis pengotor pada kain.

Macam-Macam/Jenis Pengotor yang perlu diketahui adalah:

Kotoran akan melekat pada pakaian yang berasal dari berbagai sumber, dengan demikian akan berbeda pula daya lekat dari masingmasing pengotor. Daya lekat dari pengotor ini dibedakan antara adanya ikatan kimia dan ikatan fisik antara pengotor dan pakain. Pengotor (soiled) dikelompokkan dalam 2 (dua) golongan yakni kotoran (dirt) dan Noda (stain)

  1. Kotoran (Dirt): Jenis pengotor yang memiliki ikatan fisik lebih besar dari pada ikatan kimia terhadap bahan cucian. Untuk menghilangkannya lebih banyak diperlukan gaya mekanis (tidak digunakan bahan-bahan kimia atau dapat juga digunakan bahan-bahan lunak). Yang termasuk dalam kotoran/dirt, adalah:

Kotoran yang larut dalam air, seperti:

  • Gula
  • Garam
  • Sari buah, dll

Kotoran yang dapat dibersihkan dengan sabun/deterjen, seperti;

  • Lemak hewan
  • Tanah
  • Akan lebih mudah terjadi pada temperature tinggi adanya gaya mekanis dan juga bahan kimia alkali.

Kotoran yang harus diemulsikan, seperti;

  • Minyak bumi
  • Gemuk Untuk pengotor jenis ini harus memakai bahan kimia yang memiliki kekuatan tegangan permukaan (Detergent). Bahan yang digunakan adalah Surfactant, yakni zat kimia untuk menyatukan dua buah zat yang tidak bisa bersatu. Emulsi adalah penyatuan dua zat yang tidak bisa bersatu. d. Kotoran yang mudah dibersihkan dengan bantuan tenaga mekanis
  • Debu
  • Duri
  • Sebuk gergaji Kotoran jenis ini cukup ditepuk-tepuk dibersihkan dengan menggunakan tangan.
  1. Noda (Stain) Yaitu jenis pengotor yang dimiliki ikatan kimia lebih besar dari pada ikatan fisik terhadap bahan cucian. Untuk menghilangkannya digunakan dengan bantuan reaksi kimia lain dengan menggunakan zat-zat kimia yang berfungsi OKSIDATOR (melepaskan dua zat kimia yang melekat kuat sekali). Contoh: Tinta, Kopi dan Darah

Tingkatan Pengotoran:

  1. Light Soiled (ringan) contoh Top sheet, Hand towel
  2. Medium soiled (sedang) contoh  sarung bantal, bath towel, second sheet dan face towel
  3. Heavy Soiled (berat) contoh table cloth, napkin, uniform for cook and engineering, blanket, Bath Mat

Jenis-jenis Bahan Cucian

Dengan semakin majunya teknologi untuk jenis bahan pakaian, semakin banyak pula jenis pakaian, perbedaan tersebut karena bahan dasar maupun cara pembuatannya. Perbedaan bahan dasar menyebabkan perbedaan pada sifat dari masingmasing serat, baik sifat fisik maupun sifat kimianya.

Dengan mengetahui jenis textile, kita dapat;

  1. Menjaga sifat asli bahan yang berkaitan dengan;
  2. Proses : LAUNDRY/ Dry cleaning
  3. Dosis : Chemical
  4. Price : Harga
  5. Menghindari Claim tamu

Klasifikasi Texstil Berdasarkan Sumber Bahan

  1. Bahan dari Selulosa (Tumbuhan/Nabati)
  2. Alam seperti Biji : kapas, Cotton Buah  : Kapuk, Dril/Blacu (semi cotton) Batang : Linen, Kapas, Karung goni Daun : Rayon
  3. Buatan, Kupranium (sisntesis) Viscosa
  4. Bahan dari Protein (hewani)
  5. Alam contohnya Wool (biri-biri), Silk (kepompong Ulet), Kulit Kambing, Kuda, Lisang, Singa laut, Beruang, Kelinci. Ciri-cirinya jika terbakar seperti bau rambut terbakar
  6. Buatan Serat-serat protein yang bahan dasarnya diambil dari sumber selulosa Bahan protein buatan ini dapat dibagi menjadi:  Wool susu (berasal dari lemak hewan), Vikada (berasal dari protein tumbuhan) misalnya kacang. Ciri-cirinya: Bau minyak, Wool dari domba(kasar) dan Wool dari biri-biri (halus)
  7. Thermoplastic Serat-serat sintetis/buatan yang berasal dari sumber minyak bumi (buatan yang berasal dari zat kimia) Contoh: Polyster, Polyacrylic dan Asetat
  8. Mineral. Berasal dari sumber-sumber mineral, seperti: Alam (asbes), Buatan yaitu Fiberglass texstile (serat gelas) dan Benang logam (dari besi)

Jenis texstil yang umum ditemukan di laundry

  1. Cotton, linen, Rayon
  2. Wool, silk
  3. Polyester
  4. Campuran thermoplastic and alam (selulosa) yakni; Poly cotton, misalnya untuk sheet.

Keuntungan dari polyester-cotton

  1. Penampilan dan kehalusan dari serat praktis tidak berubah setelah pencucian beberapa kali
  2. Seratnya tidak mudah mengkerut, luntur/kehilangan warna
  3. Bagian yang kusut dengan mudah dapat dihilangkan
  4. Bahan yang berwarna relatif lebih baik perekat zat warnanya
  5. Penyerapan air relatif lebih rendah

Cara mengetahui jenis bahan dasar dan texstil Dalam hal ini dipakai metode  membakar serat texstil yang bersangkutan

  1. Yang berasal dari kapas kapuk Bila benang terbakar api atau seterika, memberikan bau seperti kertas terbakar dan meninggalkan abu.
  2. Polister/rayon Bila benang terbakan oleh api, akan meleleh yang pada akhirnya meninggalkan bulatan  kecil berwarna hitam ujung benang tersebut.
  3. Wool/Sutera Bila benang terbakar oleh api, akan memberikan bau seperti kertas terbakar, tidak meninggalkan abu tetapi meninggalkan bulatan kecil hitam pada ujung sisi benang
  4. Nylon Bila terbakar api, akan meleleh dan memberikan bau yang khas serta meninggalkan bulatan hitam pada ujung benang
2+
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *